Tuesday, April 14, 2009

Mengapa Indonesia Harus Mengalami Krisis Energi?

 Pada saat ini Indonesia sedang mengalami krisis energi. Untuk mendapatkan minyak tanah pun, masyarakat harus sabar menunggu berjam-jam untuk mendapatkan itu. Tak hanya disektor minyak bumi tapi disektor listrik juga, PLN masih terlihat sering memadamkan listrik. Kejadian-kejadian tersebut sering kita jumpai pada tahun 2008 dan mungkin sampai sekarang. Harga BBM seringkali naik-turun sampai sekarang, mungkin karena adanya faktor pemilu harga BBM turun untuk sementara Tetapi kita tidak tahu akankah harga BBM akan melonjak naik kembali? Apakah kita harus mengalami pemadaman listik lagi? Dan haruskah kita mengantri untuk membeli BBM maupun minyak tanah? Karena hal-hal diatas, para pengusaha transportasi, pabrik dan warga merugi. Yang menjadi pokok permasalahannya adalah sumber energi di Indonesia itu berlimpah tetapi mengapa kita harus mengalami hal ini? Untuk siapakah energi Indonesia?
 Pertanyaan-pertanyaan yang saya lontarkan belum dapat saya temukan karena masih terlalu dini untuk menyimpulkan suatu jawaban akan pertanyaan-pertanyaan tersebut. Diperlukan suatu observasi lebih lanjut secara berkala untuk dapat mengerti dan mengetahui latar belakang krisis energi di Indonesia. Salah satu fakta yang dapat saya temukan adalah bahwa Indonesia merupakan negara yang melakukan ekspor minyak mentah terbesar dikawasan Australasia. Indonesia bisa mengekspor minyak mentah sampai separuh lebih yang dimana ujung-ujungnya masyarakat Indonesia berteriak-teriak karena kekurangan energi di negara sendiri. Indonesia juga mengekspor 70% batu bara ke Korsel, Jepang, Taiwan dan banyak negara lainnya. Maka tak heran jika industri-industri di Indonesia pada tutup dan bangkrut karena harus mengalami krisis energi. Sedangkan industri-industri luar negeri penikmat hasil ekspor Indonesia dapat terus berkembang dengan baik. Tentu hal ini dapat merugikan Indonesia di sektor pasar modal menurut saya, karena para investor menjadi takut menanamkan modal mereka di Indonesia karena kebijakan pemerintah tersebut yang lebih memilih kepentingan negara lain dibandingkan dengan negara sendiri.
 Lalu muncul kembali satu pertanyaan yang baru, Mengapa Pemerintah Indonesia terus mengekspor energi walaupun negara sendirinya sedang mengalami krisis energi? 
Lagi-lagi pertanyaan tersebut tidak dapat saya jawab karena diperlukan observasi lebih lanjut untuk bisa mengetahui latar belakang pemerintah atas kebijakan tersebut. Lalu saya pun mulai teringat akan desas-desus bahwa katanya Indonesia akan menjadi negara nomor satu pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia. Kelapa sawit itu nantinya akan menjadi sumber energi alternative selain minyak. Menurut saya, ada baiknya Indonesia mulai serius akan satu hal ini karena berkenaan dengan sumber minyak yang kian habis seiring berjalannya waktu. Setidaknya sembari Indonesia mengekspor kelapa sawit, untuk sementara masyarakat Indonesia dapat menikmati sumber daya minyak bumi dan lainnya. Bagaimana menurut anda jika pemerintah Indonesia mulai menekuni usaha kelapa sawit? Berprospek cerahkah usaha ini? Sekian artikel yang saya buat, terima kasih.


Note : Jika ada kesalahan ucap dan kata saya mohon maaf, bagaimanapun artikel ini menurut pemikiran saya. Dan satu hal yang paling penting adalah bagi para pembaca artikel saya untuk mau menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dan berdiskusi, karena saya memang ingin tahu. Trima kasih karena mau membaca artikel saya.









  Zosimus Kelvin
  XIS3 / 35

1 comment: